Pengalaman Mendaftar Beasiswa Kemenpora


Pengalaman Mendaftar Beasiswa Kemenpora



Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya saat mendaftar Beasiswa Kemenpora.


Berawal dari keinginan untuk melanjutkan studi S2 dengan menggunakan beasiswa. saya tela mendaftar beberapa beasiswa dalam dan luar negeri sejak tahun 2015 lalu. 3 tahun berlalu, keinginan untuk melanjutkan studi S2 tidak pernah padam. Di tulisan saya sebelumnya tentang berlibur ke malaysia bersama keluarga, kami memiliki tujuan lain selain berlibur yaitu untuk melihat kampus yang sekiranya dapat saya pilih untuk melanjutkan studi S2. Saat itu kami sekeluarga berkunjung ke kampus International Islamic University Malaysia (IIUM). Kami ingin bersilaturahmi dengan teman saya yang kuliah di sana sekaligus ingin mencari informasi S2 di sana. Teman saya berbaik hati mengantarkan saya ke bagian administrasi, untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai studi S2.

Intinya, segala upaya saya usahakan untuk menggapai salah satu cita-cita saya untuk melanjutkan studi S2 dengan beasiswa. Saya pasrahkan pada Allah mengenai tempatnya, di luar atau pun di dalam negeri.

Sebenarnya ini adalah salah satu rezeki atau manfaat dari menjalin silaturrahmi. Suatu hari, saya menghubungi salah satu teman kuliah semasa S1. Kami sama-sama berkeinginan untuk melanjutkan studi S2. Saya pun menceritakan keluh kesah saya mengenai proses mencari beasiswa S2 kepadanya. Teman saya membagikan informasi beasiswa S2 yang ingin ia daftar. 1-2 minggu setelahnya, kami bertemu di pernikahan teman kami. Dia memberikan alur detailnya dari beasiswa S2 yang ingin di daftar yaitu beasiswa Kemenpora.

Kemenpora sudah lama menjalin kerja sama dengan beberapa universitas untuk memberikan beasiswa kepada pemuda berprestasi. Kategori berprestasi di sini adalah berprestasi di bidang ekstrakulikuler. Seperti atlit atau pemuda yang aktif di organisasi kepemudaan.

Saya dan teman saya memilih kampus UI jurusan Ketahanan Nasional peminatan Kajian Strategik Pengembangan Kepemimpinan. Kami memilih UI karena dekat dengan domisili dan tempat kami bekerja. Ketahanan Nasional adalah ilmu baru untuk kami karena latar belakang S1 kami adalah pendidikan. Setelah saya pertimbangkan, saya berpikir bahwa berbicara Ketahanan Nasional pasti memiliki banyak aspek termasuk pendidikan.

Jadi Kemenpora bekerjasama dengan 15 universitas di seluruh Indonesia. Masing-masing universitas hanya menawarkan 1 jurusan. Jika ingin berkuliah di UI, jurusan yang tersedia adalah Ketahanan Nasional. Jika ingin di UNJ, berarti jurusan yang harus kita ambil adalah Pendidikan Jasmani.
Oiya, karena ini beasiswa pemuda berprestasi. Jadi batas usia untuk mendaftar adalah 28 tahun. Diharapkan dapat lulus dalam jangka waktu 2 tahun. Sehingga kita dapat lulus dengan gelar M.Si di usia kategori pemuda, yaitu 16-30 tahun.

Persiapan apa saja kah yang dibutuhkan?
Berikut persiapannya:
1.     Pemuda Indonesia berusia 16-28 tahun. Dibuktikan dengan mengirimkan foto copy Akte Kelahiran.
2.     Pemuda berprestasi. Dibuktikan dengan piagam/serifikat untuk atlit,surat rekomendasi dari organisasi kepemudaan untuk aktifis organisasi.
3.     Surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh RSUD
4.     SKCK
5.     Surat keterangan bebas narkoba yang dikeluarkan oleh RSUD atau BNN
6.     Surat pernyataan tidak sedang terikat program beasiswa
7.     Surat pernyataan bukan aparatur sipil

Semua dokumen tersebut dikirimkan ke kantor Kemenpora dan Universitas yang ingin kita tuju. Semua dokumen tersebut adalah hard copy. Untuk dokumen soft copy hanya dikirimkan ke email Kemenpora.

Selain menyiapkan dan mengirim dokumen, kita juga harus mendaftar untuk mengikuti tes seleksi penerimaan siswa baru. System tesnya sesuai dengan kampus yang ingin kita tuju. Karena aku memilih Universitas Indonesia, jadi aku mendaftar untuk mengikuti tes SIMAK UI. Biaya pendaftaran tes SIMAK UI sebesar Rp 1.000.000,-.

Persiapannya lumayan menguras waktu, tenaga dan materi. Saya belajar dari pengalaman-pengalaman saat mendaftar beasiswa sebelumnya. Hal yang terpenting yang harus kita lakukan adalah berusaha dengan maksimal, klasik memang tapi kadang kita melupakan hal penting ini. Kadang kita merasa sudah maksimal, tetapi ternyata belum. Jadi saat mendaftar beasiswa ini saya berusaha untuk maksimal berusaha. Kebetulan saat mengunjungi Big Book Wolf saya membeli buku soal-soal tes TPA, padahal saat itu saya belum tau tujuan saya membeli buku itu. Saya hanya mengikuti teman saya saja saat itu. Tapi rupanya amat sangat berguna saat proses persiapan tes SIMAK UI. Saya usahakan setiap hari mengerjakan 1 bagian soal yang ada di buku tersebut. Selain dari buku, saya juga mencari berbagai sumber di internet.

Berusaha dengan maksimal di sini tidak hanya pada proses belajar dan mempersiapkan segala persyaratannya saja, tetapi juga dalam berdoa. Doa tanpa usaha adalah bohong, usaha tanpa doa adalah sombong. Jadi keduanya saling terkait. Dengan berdoa, kita sedang berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah. Apalagi saat itu jarak ujian dengan pengumuman SIMAK UI selama 1 bulan dan melewati bulan ramadhan. Bukankah bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, jadi saya jadikan sebagai kesempatan saya untuk berdoa meminta kepada Allah.
Alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah SWT. Doa dan usaha akan berbanding lurus dengan hasil yang ingin kita dapatkan. Jadi yuk, kita tetapkan apa yang ingin kita capai lalu mulainya dengan doa dan usaha yang maksimal. ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINOPSIS KOREAN DRAMA BIRTH SECRET [EPISODE 1, PART 2]

GOES TO JAPAN PART 2