SINOPSIS KOREAN DRAMA BIRTH SECRET [EPISODE 1, PART 2]
Sinopsis Korean Drama Birth Secret [Episode 1, Part 2]
Ibu menunjukan foto ayah dan menjelaskan “ kau punya semacam ingatan fotografis, karena kau mendapatkannya dari orang ini.
Di SMP, kamu bisa mendapatkan
beasiswa penuh untuk masuk sekolah yang sekarang, itu juga karena kau mewarisi
otak orang ini.
Jung yi hyun, jika.. meskipun
hal ini tidak akan terjadi. Jika kau tidak mempunyai pilihan lain, mintalah
bantuannya sekali saja. Jangan meminta lebih. Cukup memintanya sekali saja. Nantinya
jika kau diterima di Harvard atau Stanford. Jika ibumu ke suatu tempat atau
tidak ada disekitarmu, kau tidak mempunyai biaya kuliah. Jika terjadi seperti
ini, orang ini mungkin tidak kaya, dia kelihatannya miskin, minta dia untuk
membayarkan biaya kuliahmu semester pertama. Karena dia ayahmu, permintaan
kecil ini, pastilah bisa dia kabulkan. Kau punya kemampuan, meski dibayari
hanya satu semester, kau pasti bisa mengurus sisanya sendiri, benarkan?”
Yi hyun yang tidak mengerti maksud ibunya, mengira bahwa
ibunya akan menikah lagi dan calon suaminya tidak ingin ia ikut bersama ibunya.
“aigoo” kata ibu malas melanjutkan pembicaraannya dengan yi hyun.
Yi hyun meminta ibunya membawakan semangka, karena yi hyun
pulang tidak mengabarkan terlebih dahulu, ibunya tidak mempunyai semangka dan
harus membelinya terlebih dahulu.
Ketika ibunya pergi, yi hyun mencari-cari kertas yang tadi
disembunyikan ibunya, karena ia merasa bahwa ibunya aneh hari ini. Dan ia
sangat terkejut.
Rupanya ibu sakit parah. Dirumah sakit ibu meminta yi hyun
membacakannya sebuah buku. Yi hyun yag teerlihat sangat sedih, tidak ingin
membacakannya.
“hanya membacakannya saja, aku suka mendengarmu membaca
bahasa inggris. Apa pelafalan bahasa inggrismu buruk, jadi kau menolaknya?”. Mendengar
ibunya berkata seperti itu, yi hyun pun membacakan buku untuk ibu.
Namun
air matanya terus mengalir. Dan ia pun meninggalkan ibunya untuk menenangkan
diri.
Tidak
lama kemudian, seorang ibu memanggilnya dan mengatakan bahwa ibunya telah
tiada. Ditempat lain kyung doo sedang melakukan upacara pemakaman untuk ibunya.
Kyung
doo yang mengira yi hyun mengambil uangnya pun mendatangi sekolah untuk mencari
yi hyun. Ketika itu yi hyun sedang mengobrol
dengan soo chang, mengajak soo chang untuk pergi ke taman hiburan bersama sun
young tapi soo chang tidak mau kecuali kalau yi hyun pergi bersamanya berdua
saja. Sontak yi hyun terkejut “apa kau tertarik kepadaku? Jangan tertarik
kepadaku. Kalau tidak, kau akan mati ditanganku. Aku tidak suka cinta segitiga”.
Soo chang hanya tersenyum melihat tingkah yi hyun yang berjalan mundur
menjauhinya, hingga kepala yi hyun kepentok tembok. Melihat hal itu, ia pun mau
jalan ke taman hiburan bersama sun young. (haha, harus terluka dulu si yi hyun nya
baru dia mau)
Ketika soo chang telah meninggalkan yi hyun, yi hyun pun
bergumam “dilihat dari dekat, dia kelihatan tampan”. Tidak lama kemudian dia
mendengar suara kyung doo dan mencari sumber suara tersebut sambil bersembunyi.
Yi hyun pun menyamar, karena kyung doo tetap menunggunya
diluar sekolah. Dan untungnya penyamarannya berhasil, namun didalam bis ia
rupanya sebangku dengan kyung doo. “pasti ada sesuatu dibalik tindakannya. Anak
yang bersekolah ditempat seperti itu, apa kurangnya mereka?” kata kyung doo. Yi
hyun pun terenyuh mendengar perkataan kyung doo, apalagi ketika kyung doo
melihat foto ibunya dan memanggil “eomma”, ia merasa bersalah.
Yi
hyun mengantarkan soo chang dan sun young ke taman hiburan. Ketika ia hendak
pergi, soo chang menariknya dan mengajaknya untuk ikut bermain. Yi hyun pun
bermain bersama mereka walau sebentar. Karena ia harus menemui seseorang.
Ditempat
berbeda, profesor choi sedang membimbing mahasiswa yang sedang mempersiapkan
skripsi. Profesor choi meminta mahasiswa tersebut memperbaiki skripsinya karena
hampir seluruh isi skripsi tersebut adalah hasil menjiplak. Profesor choi
menyuruh mahasiswa tersebut keluar, mahasiswa itu pun keluar dengan kesal dan
hampir bertabrakan oleh yi hyun.
Yi hyun menemui profesor choi dan memberitahukannya bahwa ia
adalah anaknya. Ia meminta profesor choi melakukan tes DNA untuk membuktikannya
dan yi hyun pun mencabut beberapa helai rambutnya. Profesor choi berkata bahwa
ia tidak memerlukan tes bodoh itu, ia meminta yi hyun melakukan hal yang ia
perintahkan, yaitu mengacungkan jempolnya. Dan cara yi hyun mengacungkan
jempolnya sama dengan cara profesor choi mengacungkan jempol. Profesor choi pun
percaya kalau yi hyun adalah anaknya dan bertanya apa yang membawamu kemari. Yi
hyun pun memberitahukan bahwa ibunya telah tiada dan ia membutuhkan biaya untuk
kuliah keluar negeri.
Yi
hyun pulang ke rumah, dan dihampiri oleh salah satu tetangganya yang meminta
toko bukunya dijual. Karena sudah banyak yang menanyakan harga toko buku milik
ibunya. Ia bingung harus berbuat apa, karena menurutnya hari ini sudah sangat
melelahkan. Ia menatap foto ibunya “ eomma, aku akan meelupakan masa kemiskinan
ini dihidupku. Aku ingin menjadi orang lain. Orang yang pandai, modis, dan luar
biasa. Orang kaya yang mendapat bayak uang. Tidak hanya sekedar kaya, menjadi
orang kaya seperti Warrent Buffet. Aku ingin menjadi millioner teratas di dunia.
Tidak hanya orang yang kaya uang. Tapi orang kaya yang mempunyai latar
pendidikan bagus. Orang kaya yang selalu dermawan” ,ia pun mengambil foto ibu
dan memeluknya sambil tertidur.
Yi hyun terbangun dari tidurnya, tetapi dia tidak beraada
dikamarnya melainkan dijalanan. Tubuhnya pun tidak lagi mungil seperti di tahun
1997. Ia pun pergi ke toilet dan betapa terkejutnya ia melihat perubahan yang
terjadi pada dirinya. Belum lagi seorang cleaning service menunjukannya tempat
untuk menyusui. Segala pertanyaan pun timbul dibenakknya : Siapakah aku? Kenapa
aku ada disini? Apakah aku sudah memiliki anak?
Yi hyun bingung hendak kemana,
padahal hari sudah gelap. Sedangkan seorang laki-laki menggendong bayinya sedang
menunggu kedatangan ibu si bayi.






































Komentar
Posting Komentar