Book Resume: How to Think Like Bill Gates by Daniel Smith
Kali
ini saya akan meresume buku yang saya beli di Big Book Wolf Books 2017 lalu
yaitu How to Think Like Bill Gates by Daniel Smith. Walaupun saya baru membaca
setengahnya, tapi di seperempat buku saja saya sudah terinspirasi.
Bill
Gates, siapa yang tidak kenal orang terkaya sedunia ini. Beliau terlahir dari
keluarga yang berintelektual. Sejak kecil ia tidak suka menonton televisi,
baginya televisi tidak membuat badan bergerak. Sejak kecil keluarganya selalu
membiasakan anak-anak mereka aktif melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti:
membaca, berolahraga, atau sekedar berbincang-bincang bersama keluarga. Intinya
kegiatan yang dapat mengembangkan 3 aspek pembelajaran: kognitif, afektif dan
psikomotorik. Bahkan kadang keluarganya membuat games untuk mereka mainkan
bersama. Setiap tahun keluarga bersarnya membuat mini olimpiade. Disinilah Bill
Gates mengembangkan kreativitas dan jiwa kompetitifnya.
Beruntungnya,
ia dapat menemukan bakatnya sejak muda. Ia pun menekuni bakatnya tersebut
sampai ia harus memilih drop out dari Harvard University. Orang tuanya ingin ia
menjadi seorang pengacara atau ilmuan, tetapi ia memilih untuk mengembangkan
software dan kini ia menjadi orang terkaya sedunia.
Ia
memilih jalannya sendiri sebagai pengembang software dengan penuh tanggung
jawab. Setiap hari ia tidur kurang dari 4 jam, ia iri pada orang yang bisa
tidur 4 jam. Baginya waktu sangatlah berharga, waktunya ia habiskan hanya untuk
bekerja, belajar dan bermain (dalam hal positif).
Dia
tidak mudah berbangga atas kesuksesan yang diraihnya. Ia terus belajar dan
mengembangkan penelitiannya. Dan baginya, komplein dari kostumer adalah salah
satu cara terbaik ia belajar untuk terus memperbaiki Microsoft. Baginya rival
juga dibutuhkan untuk memotivasi diri menjadi yang terbaik.
Semoga
kita bisa belajar dari cara Bill Gates menjalani kehidupannya hingga menjadi
orang terkaya sedunia. Dan semoga kita dapat mengaplikasikannya dikehidupan
kita.
14/5/2017
Tambun,
Bekasi.
Komentar
Posting Komentar