Backpacker bersama keluarga ke Kuala Lumpur
Backpacker
bersama keluarga ke Kuala Lumpur
Happy
New Year.
Tanggal
1 Januari 2018 lalu kami sekeluarga berkunjung ke kuala lumpur Malaysia.
Persiapan yang kami butuhkan lumayan banyak, karena ini termasuk rencana yang
mendadak. Kami memutuskannya kurang dari 6 bulan sebelum keberangkatan. Sebelumnya tahun 2014 saya pernah berkunjung
ke Kuala Lumpur namun bukan untuk liburan, tetapi untuk menghadiri sebuah
seminar. Jadi ini perjalanan pertama saya berlibur keluar negeri, dengan
bermodal nekat saya mengajak ibu dan adik-adik saya untuk turut serta.
Bermula
pada event garuda travel fair bulan September 2017 lalu, saya ingin sekali
berlibur ke Korea Selatan namun ibu belum mengijinkan. Saat itu saya ingin
sekali berlibur, kemana pun itu. Ibu menyarankan bagaimana kalau Kuala Lumpur,
ibu juga ingin ke Kuala Lumpur. Saya pun coba mencari hotel dan penerbangan ke
Kuala Lumpur untuk tanggal 1 Januari. Sebelumnya saya memiliki impian untuk
berlibur bersama keluarga ke Kuala Lumpur. Saya membaca di salah satu blog,
saat kita berlibur bersama keluarga terutama orang tua, kita akan mengetahui
lebih dalam sosok orang tua kita saat travelling.
Tujuan
traveling sendiri bermacam-macam: untuk wisata kuliner, mengenal budaya,
berbelanja, dll. Kami sendiri bertujuan untuk mengenal budaya sekitar Kuala Lumpur.
Setelah menetapkan tanggal, booking tiket dan hotel, saya mencari banyak sumber
untuk membuat rencana perjalanan. Dari rencana perjalanan itu saya menetapkan
anggaran selama travelling.
Nuansa
traveling kami adalah traveling hemat ke kuala lumpur.
Awalnya
saya membuat satu rencana perjalanan dan anggaran. Setelah menetapkan anggaran
selama travelling. Saya pun membuat beberapa rencana perjalanan. Yang menjadi
pertimbangan saya adalah bermanfaatkah tempat yang kami kunjungi? dan
membosankan atau tidak?
Oiya
untuk hemat disini bukan berarti pelit tetapi lebih kepada tidak boros. Kami
memprioritaskan hal-hal yang kami anggap unik. Jika hal tersebut bisa kami
lakukan di Jakarta ya kami tidak akan melakukannya, karena hal tersebut boros
menurut kami.
Adanya
rencana perjalanan dan anggaran juga bukan untuk mengekang tidak boleh ini dan
itu. Karena tujuan kita travelling adalah untuk berlibur, bersenang-senang.
Tetapi tujuan adanya rencana perjalanan dan anggaran adalah agar perjalanan
kita terstruktur dan kita bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya karena
rencana kita jelas.
Saya
akan menceritakan mengenai rencana dan realita dari perjalanan saya kemarin:
Senin, 1 Januari 2018
Rencana:
Naik
Go KL (bus gratis) dari KL Sentral-Bukit Bintang-Pasar Seni. Transportasi ini
sangat berguna untuk menghemat budget.
Menuju
bukit bintang, kami harus transit sekali dan memakan waktu 1 jam. Di bukit
bintang rencananya kami akan ke pavilion, sungei wang, imbi plaza, low yat, lot
10, berryl’s chocolate kingdom, jalan alor.
Dari
Bukit bintang kami naik Go KL ke pasar seni. Disana ada central market, kasturi
walk dan china town.
Realita:
Malam
sebelum berangkat ibu tidak bisa tidur karena bunyi petasan menyambut tahun
baru, dan setibanya di hotel cuaca gerimis, kami pun istirahat sebentar di
hotel. Hotel kami tidak jauh dari KL sentral , namun kami tidak melihat bus Go
KL lalu lalang di KL Sentral. Akhirnya kami memutuskan naik LRT ke Pasar Seni,
kami mengunjungi central market dan kasturi walk.
Selasa, 2 Januari 2018
Rencana:
Jam
8 keluar hotel untuk berangkat ke Melaka dan kembali ke KL Sentral dari malaka
pukul 17.00
Realita:
Kami
keluar hotel pukul 10.00, mengantri panjang di terminal, tiket jam 11 sold out,
kami pun membeli tiket keberangkatan pukul 12.15 dan kepulangan pukul 19.00.
awalnya kami ingin membeli tiket kepulangan pukul 18.00 namun penjual tiket
menjelaskan jika kami hanya punya waktu 2 jam untuk eksplore Melaka dan jika
kami telat sampai terminal Melaka maka tiket tersebut akan hangus. Benar saja,
waktu 3 jam yang kami habiskan tidak cukup untuk mengeksplore Melaka.
Selama
di Melaka, kami tidak ke jonker street dan memasuki museum karena harus menaiki
tangga. Kami menyusuri sungai Melaka dan banyak tempat lainnya.
Rabu, 3 Januari 2018
Rencana:
Tujuan
kami hari ketiga adalah ke batu cave, ke kampus Universiti Malaya (UM), Islamic
International University (IIUM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dataran
Merdeka, KL City Gallery, Masjid Jamek, Masjid Negara, Pasar India.
Realita:
Dipagi
hari kami hanya berangkat ke IIUM karena ingin bersilaturahmi dengan teman yang
berkuliah disana, kami disana sampai jam setengah 3. Setelah itu kami ke Suria
KLCC untuk berfoto di dengan menara kembar.
Setelah itu, saya ingin merasakan pedestrian
walk (laluan pejalan kaki) yang terkenal tembus ke pavilion, bukit bintang.
Akhirnya kami bisa ke bukit bintang walau tidak di hari pertama.
Ibu
ingin ke pasar seni, jadi dari bukit bintang kami naik Go KL ke pasar seni.
Akhirnya kami bisa merasakan naik Go KL, untungnya kami tidak jadi menaikinya
di hari pertama. Rupanya bus ini sangat padat karena gratis. Dari pasar seni
kami naik LRT ke KL Sentral.
Kamis, 4 Januari 2018
Rencana:
Kami
keluar hotel sekalian chek out, jadi kami hanya mengunjungi satu tempat yaitu
KLCC.
Realita:
Karena
hari ketiga kami sudah ke KLCC, jadi check out dari hotel kami berangkat menuju
masjid jamek. Di sana kami mengunjungi dataran merdeka, masjid jamek, KL City
Gallery dan pasar india.
Itulah
rentetan rencana dan realita perjalanan kami, 85% dari rencana kami
terealisasikan. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan Allah yang
berkendak.
Komentar
Posting Komentar