SINOPSIS KOREAN DRAMA BIRTH SECRET EPISODE 3
SINOPSIS KOREAN DRAMA BIRTH SECRET EPISODE 3
Sinopsis Korean Drama
Birth Secret Episode 3 – disebuah kamar terpampang foto pernikahan Sun Yeong.
Sun yeong pun keluar dari kamar dengan gemetaran dan terdengar nasehat dari eonni “kenapa dia kembali? Dari mana saja dia pergi? Kenapa para tetua membawa dia pulang, itu masih belum ku tau alasannya. Sun yeong, dengarkan baik-baik apa yang akan ku katakan. Jangan takut, pergi dan temui yi hyun. Kau belum minta maaf pada yi hyun watu itu kan? Temuilah yi hyun dan minta maaf padanya. Minta maaf pada yi hyun untuk 2 kesalahan yang kau lakukan padanya. Tapi karena situasinya sudah seperti ini, apalagi yang bisa dilakukan? Berteman baiklah padanya seperti pada waktu dulu, cobalah”
Sun yeong memanggil manager kim yang membawa baju yang tadi yi hyun kenakan, manager kim pun menjelaskan “nona yi hyun tidak menyukai baju ini jadi dia menyuruhku membuangnya”. “dimana dia sekarang?” Tanya sun yeong.
Yi hyun berada didalam
ruangan tempat nyonya si punya rumah, ia kelihatan canggung. Setelah
dipersilahkan duduk ia menjelaskan “aku bertanya pada supir yang mengantarku
kemari tapi dia tidak menjawab pertanyaanku, aku hanya mengikuti kemari. Aku
merasa sangat asing disini”. Lawan bicaranya hanya mengambil kitab “mari
berdoa, ya tuhan. Tolong maafkan hamba yang tidak bisa menunjukan kebahagiaan
saat melihat manusia tak bermoral ini. Hingga saat ini hamba tidak bisa bersyukur
atas segala kebajikan yang telah Kau berikan. Apa yang hamba bisa lakukan
dengan dosa ini? Hamba tidak seburuk saudara ipar hamba yang penuh dosa, Choi
Guk yang tidak bisa menjaga anaknya sendiri. member keluarga hamba sebuah beban
yang menyebabkan masalah dimana-mana. Tuhan, belas kasihani hamba, beri
kemurahan hati pada jiwa hamba. Hamba dengar dia diterima di Universitas
terbaik Di USA. Demi tujuan kemanusiaan kami telah menjaganya dengan baik”.
“maaf…”kata yi hyun memotong. “tidak hanya itu, ini adalah kesalahan besar
untuk memperlakukan anak ini sebagai anak kedua setelah dia lulus dan kembali
kemari. Ya tuhan, terimakasih telah membuat hamba menyadari kenyataan. Ya tuhan
kau juga pasti tau, kami membesarkan orang tak bermoral ini salama 10 tahun. 9
tahun dia melakukan sesuatu yang ia inginkan, 1 tahun keberadaannya tidak
diketahui. Hamba tidak tau kenapa dia begitu tidak bermoral. Tapi untuk
menerima kembali orang tak bermoral ini hamba benar-benar tak mengerti ya
tuhan. Biarkan hamba yang penuh dosa ini terbangun dalam cahayamu. Berkati
hamba dengan kebijaksanaan-Mu, amin”
Setelah selesai berdoa
yi hyun ingin menanyakan sesuatu, tetapi langsung dipotong “apa yang ingi ku
katakana sudah ku katakana pada tuhan. Tidak ada lagi yang mau aku katakana
padamu. Pergi temui manager kim” kata nyonya yang punya rumah yang tidak lain
adalah bibinya, lalu bibi pun pergi meninggalkan yi hyun di dalam ruangan.
Sun yeong menguping diluar ruangan dan membuat
bibi terkejut ketika ia keluar ruangan. Sun yeong meminta maaf tetapi bibi
menanggapinya dengan dingin “tidak usah dipikirkan, kau juga tidak
bersungguh-sungguh”
Setelah bibi pergi, sun yeong masuk ke dalam
ruangan dan yi hyun langsung memeluknya “ku pikir setiap orang mau mendengarku.
Tapi mereka hanya mengatakan apa yang ingin mereka katakana saja, aku
benar-benar frustasi. Mereka hanya mengatakan apa yag mereka inginkan dan
menyuruhku kesana kemari. sun yeong ah, kenapa kau begitu tua setelah menikah,
aku hampir tidak mengenalimu” kata yi hyun menangis seperti anak kecil.
“jadi kau adalah
menantu dari keluarga ini dan aku adalah keponakan keluarga ini” kata yi hyun.
“kau telah lupa segala sesuatu yang terjadi selama 10 tahun lalu?” Tanya sun
yeong.
Sun yeong dan yi hyun
sedang menunggu kedatangan seseorang diluar, “kau pasti akan terkena omelan,
tapi tenanglah. Kau menunduk terlalu bawah, kau kan belum mati” kata sun yeong
menenangkan yi hyun. Dari bawah terdengar suara “tidak bisa jadi yang kedua,
yang kedua. Perusahaan SAQ milik Jang Jin Uk mampu meninggalkan posisi…”
rupanya itu suara pimpinan YEGA Grup yang tidak lain adalah pamannya sedang
menasehati sambil memarahi seseorang, saking kesalnya paman tidak menoleh pada
2 orang yang sedari tadi menunggunya. Sedangkan seseorang yang sedari tadi
dimarahi memandangi yi hyun “aku tidak percaya hal ini akan terjadi. Sudahilah
omong kosongmu, bagaimana dengan ingatanmu?” katanya lalu pergi.
“ku rasa aku tidak
diterima dengan baik disini, padahal ku pikir aku baik pada semuanya. Apakah
aku nakal, jadi semuanya membenciku? Kenapa semuanya pura-pura tak mengenaliku?
Bukankah katanya aku pergi dari rumah beberapa saat saja?” kata yi hyun. “yi
hyun ah, dengar baik-baik, aku tidak bahagia dikeluarga ini. Tempat ini adalah
neraka, kau tau lelaki barusan, dia kakak sepupumu dan juga suamiku, hubungan
kami tidak berjalan baik, tidak hanya dia, tak seorang pun dirumah ini yang
memperlakukan ku dengan baik. Dan yang datang sekarang adalah adik iparku. Dia
juga sama” kata sun yeong menjelaskan da tidak lama seorang lelaki muda berjalan
melewati mereka berdua. Tetapi tidak lama, langkah lelaki tersebut terhenti
“hey, kejutan apa ini, kau itu hebat. Aku belum pernah melakukannya dan kau
melakukannya (kabur) selama 1 tahun. Kau menang” kata lelaki tersebut tersenyum
sambil memukul pundak yi hyun.
“apa ini? Apa kau juga
dari keluarga ini” kata yi hyun mengamati seluruh penghuni rumah. “yi hyun, aku
disini tidak hidup bahagia. Bahka jika ingatanmu telah kembali dan mengingat
semuanya, kau harus mengasihaniku. Jangan lupa itu” kata sun yeong tertekan. Yi
hyun pun hanya mampu memeluknya.
Kyung doo sedang
menjemur baju anaknya yang baru pulang dari rumah sakit. ketika beres-beres
lemari, ia menemukan bantal yi hyun yang masih memiliki aroma yi hyun. Kyung
doo senang bukan kepalang karena anaknya yang masih bayi bisa mencium aroma
sang ibu. Ia pun langsung mengumpulkan barang-barangnya yi hyun untuk
diletakkan didekat sang bayi.
“maksudmu dia pura-pura lupa ingatan?”Tanya
paman. “mungkin saja. jika melihatnya sebelum kabur, ia tidak mungkin berniat
untuk kembali kesini dan anak itu berkomentar tajam sebelumnya. Jika seseorang
berkata tajam dan masih ingin tinggal dengan kita, masuk akal dia berkomentar
lupa ingatan”. “menurutmu apa alasannya kembali kesini dan bertingkah seperti
itu?”. ”dia ingin menikmati hidup atau mungkin ia memiliki rencana”. “walau
begitu kita tidak bisa mengusirnya. Jika dia ingin menikmati hidupnya, biarkan
saja. Jika dia memiliki rencana, selidiki dia. Selama dia kabur dari rumah, aku
tidak bisa tidur nyinyak. Aku bersyukur dia tidak melakukan hal-hal yang tidak
bertanggung jawab dimana-mana. Dia sangat pintar, jangan sampai kau kehilangan
dia, tetap awasi dia”.
Yi hyun hendak pergi ke
ruangan paman dan bertemu dengan kakak sepupu yang melewatinya.
Dirungan, paman bertanya kenapa yi hyun kemari.
“aku bertanya kenapa aku bisa berada dikeluarga ini”. “bukankah kau sudah
mendengarnya dari manager Kim?”. “itu tidak sepenuhnya aku pahami, makanya aku
mau bertanya kembali. Tapi, bolehkah aku memakan itu?” kata yi hyun sambil
menunjukkan kue diatas meja yang sedari tadi tidak luput dari pandagannya.
“silahkan” kata paman menghela nafas. “terimakasih” kata yi hyun sambil
mengambil kue itu dan dia minta izin untuk dibungkus sisanya karena ingin
memakan bersama sun yeong. “kembali ke topic pembicaraan” kata paman tidak
menanggapi permintaan yi hyun (dubrakkk, heheh).
“ya, apakah anda tau
dimana profesor Choi Guk?” Tanya yi hyun. “aku tidak tau, dia membawamu kemari
dan memintaku membayar biaya kuliah mu. Dia adalah seseorang yang aku temui
hanya beberapa kali dimasa kecilku. Dan muncul tiba-tiba, dia memintaku untuk
membimbingmu. Demi kemanusiaan aku membiarkanmu tinggal denga kami”. “setelah
dia mengirimku kemari, kau tidak pernah berkomunikasi dengannya?”. “ya”. “dia
juga tidak pernah mengunjungiku?” selidik yi hyun. “memang sifatnya seperti
itu, dia membenci beban yang tiba-tiba ia miliki. Dan dia melemparkannya ke
saudara tiri yang tidak pernah ia hubungi sama sekali. Dia sama sekali tidak
ingin dibebani”. “apakah dia sendiri yang mengatakan kalau itu adalah beban?”
Tanya yi hyun kecewa.
“ya begitulah, ada lagi kah yang ingin kau
tanyakan?”. “kenapa kau secara berkala mengirim uang ke akun bankku sejak
dulu?”. “ untuk membuktikan kalau kau keluarga kami, itulah alasannya tapi kau
tidak bisa menyentuh uang itu”. “jangan bilang itu pencucian uang? Dana rahasia
penghindaran pajak. Dan jika ada suatu kesalahan aku bisa dipenjara? Ah, aku
tidak mau seperti itu”selidik yi hyun. “itu tak ada hubungannya dengan
penghindaran pajak. Tanyakan hal lainnya, satu pertanyaan” kata paman, paman
teringat perkataan kakak sepupu bahwa jangan mempercayai yi hyun karena dia
hanya berpura-pura. “aku masih mempunyai 3 pertanyaan lagi, tapi baiklah 1
pertanyaan. Kenapa ketika kemarin kau hendak memukulku? Kau bilang aku licik,
aku tidak licik sama sekali. Ibuku tidak pernah mengajariku hal seperti itu.
Aku bukan orang yang licik” bela yi hyun. Paman pun kembali teringat perkataan
kaka sepupu “anak itu berkomentar tajam
sebelumnya. Jika seseorang berkata tajam dan masih ingin tinggal dengan kita,
masuk akal dia berkomentar lupa ingatan”. Paman mengingat kata-kata tajam
yi hyun “apa kalian semua tau? Kalian
semua iblis. Aku takkan pernah memaafkan kalian. Jadi kalian akan mati
bersamaku. Aku juga bersalah, aku akan terkubur bersama kalian semua”.
Paman pun berkata “kenapa? Apa kau merasa bersalah? Aku membesarkanmu tapi kau
tidak sedikitpun berterimakasih”. Mendengar hal itu yi hyun berdiri dan meminta
maaf. Paman hanya menatapnya penuh dengan segala kecurigaan.
Yi hyun keluar dari
ruangan dengan membawa bingkisan kue yang tadi ia minta. Ia tersenyum bahagia
melihat bingkisan kue yang dibawanya dan akhirnya matanya pun tertuju pada
cincin yang sudah ada dijarinya sejak ia terbangun dan tidak mengingat kejadian
10 tahun yang lalu.
Dirumah sakit, yi hyun
berkonsultasi pada dokter “polisi menolak pengaduanku karena tidak ada yang
mencariku. Kau bilang otakku tidak mengalami kerusakkan kan? Kau bilang otakku
melindungiku dari pengalaman buruk yang aku alami kan? Lebih baik bagiku untuk
tidak mengingat hal itu kan?”. Dokter pun mengiyakan. “sangat aneh ketika hye
yeong eonni ingin memberiku uang yang banyak, kelihatannya temanku telah
berbuat buruk padaku tapi aku tidak bertanya padanya. Ayahku tiba-tiba
menghilang, tak seorang pun keluargaku mau menceritakan kebenarannya dan aku
juga tidak menceritakannya lebih lanjut. Aku pura-pura untuk percaya perkataan
mereka. Dan juga, mungkin…”. Dokter menunggu kata-kata selanjutnya. Tetapi yi
hyun berkata “ada sesuatu yang tidak bisa ku katakan pada dokter. Aku tidak
akan meneruskan pengobatan ini lagi.
Dokter, aku bagaikan seorang puteri. Terkadang aku menginginkan
kehidupan sebagai seorang puteri dari negeri dongeng dan sekarang menjadi kenyataan.
Perasaan apa ini? Apakah ini karena otakku sedang melindungiku?
Yi hyun memasukkan
barang-barang yang kemarin ia kenakan ke dalam sebuah kotak, begitu juga dengan
cincin yang melekat dijarinya.
Ditahun 2013 seorang
anak perempuan sedang mengambilkan 5 minuman dan menjadi wasit ditempat billiard.
Terdengar suara kyung doo “usianya 7 tahun,
menurut kalender masehi usianya 5 tahun. Dia sangat pintar. Aku tidak pernah
mengajarinya, dia belajar alphabet, kata, angka dan berhitung sendiri. apa itu
lion king, pororo dia mampu menceritakannya secara menyeluruh. Dia sudah pintar
tanpa bersekolah, apalagi jika dia menerima pendidikan. Aku tidak ingin
dianggap tidak mampu menyekolahkannya karena aku miskin. Aku ingin melakukan
peminjaman dengan mobil dan tokoku sebagai jaminannya. Temanku akan menjual tempat
biliardnya padaku. Aku juga akan menutup toko bakpauku dan menjualnya sesuai
harga pasar. Aku ingin mengelola billiard dan mencoba berinvestasi” rupanya
kyung doo sedang berada dibank untuk mengajukan pinjaman. Pegawai bank meminta
kyung doo mengisi formulir dan ia terlihat sangat senang karena kemungkinan
pengajuaan pinjamannya dapat diproses.
Tidak lama setelah itu kyung doo berada ditempat
billiard dan menggendong anak perempuan yang mengambilkan minuman ke
pangkuannya “Ha deum ah, siapa yang memberikanmu permen?” Tanya kyung doo pada
anaknya. “jung tae ajusshi” jawab ha deum. “dia membuatmu menjaga tempat ini
lagi”. “ayah, kau kesulitan mendapatkan uang. Aku ingin membantumu”.
Kyung doo pun
mendatangi jung tae yang sedang asyik membaca buku, “Hei, apa kau manusia?
Bagaimana bisa kau membiarkan anak kecil menjaga ruag billiard?”. “hei jika kau
ingin berbisnis…, aah kau pasti tidak mau kan?”kata jung tae mengalihkan topik
pembicaraan. Kyung doo langsung teringat dengan keinginannya untuk mengelola billiard
“kau pergilah, kakak iparku akan mengelola billiard” kata jung tae memanasi.
“kau pinjam komik dari toko buku mana. Telitilah, siapa tau ada ingus
didalamnya. apa kakak iparmu mampu membayar uangnya?”. “bagaimana tidak mampu,
dia meminta dengan harga tinggi sedangkan aku hanya butuh sedikit saja”.
“berapakah uang sewanya?”. “diamlah, kenapa aku harus memberitahumu, katanya
kau tak berminat”. “aku tidak bisa membelinya begitu saja, karena aku belum
dapat pinjaman. Dan aku tidak tau berapa pinjaman yang akan ku terima. Kemarin
lusa aku pergi ke bank, kemungkinan mereka bisa meminjamiku 10 juta won” kata
kyung doo memanasi balik. Setelah itu ia
mengajak ha deum pulang.
“jadi mereka akan
membantu kita atau tidak?”Tanya ha deum diperjalanan pulang. “hari ini akan
diproses persyaratannya. Jika mata mereka cukup jeli, mereka akan membantu
kita”. “lalu mereka akan meminjamkannya secara Cuma-Cuma?”. “tidak, kita perlu
membayar bunganya”. “harus membayar bunganya? Berarti kita harus mendapatkan
uang lebih banyak?”. “harus, karena alasannya kita mendapatkan uang untuk
mendapatkan uang”. “pinam uang untuk mendapatkan uang? Jika dapat uang lalu
dipakai untuk bayar hutang, bukankah akhirnya kita tidak punya uang?”Tanya ha
deum kritis. “oleh karena itu kita harus dapat uang yang lebih banyak dari yang
kita pinjam”. “jadi kita harus menjual lebih banyak bakpau?”. “ya harus menjual
lebih banyak bakpau”. “berapa banyak bakpau yang harus kita jual?”. “roti kukus
5 loyang, bakpau 3-4 loyang”. “3 loyang ya 3 loyang, 4 loyang ya 4 loyang.
Bagaimana bisa 3-4 loyang?” Tanya ha deum kritis (hadeuhh.. pinter banget sih
ni anak, pertanyaannya terlalu kritis. Jadi bingung ngejawabnya). “3 loyang,
tidak 4 loyang. Membuatnya lebih dari 3 loyang tetapi tidak sampai 4 loyang.
Mereka mampir ke toko
bakpau, kyung doo meminta pekerjanya membukuskan bakpau untuk ulang tahun Tae
Man. Tetapi bakpaunya sudah habis karena puteri pemilik toko pakaian membeli
semua bakpau barusan. Pekerjanya pun memberikan semua hasil penjualan hari ini,
ha deum berkomentar “175 ribu won” dan benar saja jumlahnya segitu setelah
dihitung oleh kyung doo. “dikurangi kaus kaki 10 ribu won hasilnya 165 ribu
won” kata ha deum. “apakah kaus kakimu sobek? Kenapa kau mau beli kau kaki?”.
“hari ini ulang tahun tae man ajusshi, karena ayah sudah tau belilah kaus kaki
untuknya”. “oo.. oo.. anakku sangat
pintar” kata kyung doo sambil menggendong anaknya.
Seorang wanita menunggu
didepan toko seseorang, didalam kyung doo sedang mengobrok dengan tae man (oh,
orang ini namanya tae man). “apa yang kau katakan?” Tanya kyung doo tidak
percaya. “dia sangat mirip dengannya. Karena dia sangat mirip dengannya, aku
mendekatinya. Tetapi dia langsung pergi begitu saja” kata tae man mabuk. “tidak
peduli dia mirip dengannya atau tidak, dia tidak bisa menggantikan yun hui.
Jika dia masih hidup, kenapa dia belum muncul? Anak kami sudah tumbuh dengan
cepat seperti anak berkecambah. Seperti orang gila, aku telah mencarinya cukup
lama. Itu karena dia sudah meninggal. Jika tidak dia memang wanita yang sangat
jahat” kata kyung doo berteriak. “aku iri pada ayah tunggal dan anak
perempuannya. Apa gunanya uang pada usia segini? Karena aku malu, aku berbohong
pada yang lain bahwa anak tertuaku masuk SMA tahun ini”kata tae man menangis.
“jangan sedih hyungnim, dimasa depan nanti kau akan menjadi ayah tunggal
sepertiku”. “benarkah aku bisa sepertimu? Ayah tunggal yang anaknya bisa
dibanggakan?”
Mungkin karena terlalu
lama menunggu diluar ia pun masuk dan tae man terjatuh dari duduknya karena
terkejut. Kyung doo langsung membantu hyungnimnya berdiri “nona yun jung”kata
tae man. “bukankah ini hari ulang tahunmu. Kau orang yang sangat banyak
membantu ditoko kami, aku merasa malu tidak menunjukkan sedikitpun apresiasi”
kata yun jung. Kyung doo dan tae man memandangi bingkisan yang dipegang yun
jung, mungkin mereka kira itu adalah kado untuk tae man. Tetapi yun jung
meletakkan bingkisan itu dibangku dan mengambil bingkisan yang lebih kecil dari
tasnya “ini bukan sesuatu yang mewah” kata yun jung sambil memberikan bingkisan
tersebut ke tae man.
“oh tidak usah
repot-repot” kata tae man basa-basi. Kyung doo mempersilakan yun jung duduk
tetapi yun jung ingin segera pulang. Tae man menarik kyung doo agar
mengantarkan yun jung pulang tetapi kyung doo enggan “um, kyung doo kau tidak
pulang” Tanya yun jung. “aku belum selesai minum, aku akan segera pulang
nanti”.
Yun jung pun pergi,
setelah itu tae man menyubit kyung doo “aaa.. kenapa kau menyubitku… baiklah
aku akan pergi. Ha deum ah ayo kita pulang” kata kyung doo sambil menggendong
ha deum. “kau ingin menjadi ayah tunggal? Kau ingin membuat yun jung menjanda
kedua kali?”kata kyung doo kesal. “kenapa dengan ku?” Tanya tae man. “kau tidak
bisa seperti ini hyungnim. Kau semakin botak, itu akan menjatuhkan yun jung
yang cantik seperti bunga. Itu pencuri namanya” kata kyung doo pergi.
Tae man langsung berkaca dan melihat kepalanya. Memang botak. Hehe.
“aigoo.. nyeyak sekali
sepertinya”gerutu kyung doo sambil berlari mendahului yun jung. Yun jung
memanggilnya dan memberikan bingkisan yang sedari tadi ditangannya kepada kyung
doo “ha deum selalu melirik pada hanbok. Aku membuat ini dan cocok untuk anak
kecil jadi tidak perlu bahan tambahan”. “aigoo.. kau sampai mempersiapkan ini,
ketika ia bangun pagi, ia pasti akan kegirangan. Aku tidak tau bagaimana harus
berterimakasih”. “kau tidak perlu berterimakasih, baiklah aku pergi dulu”
Ketika hendak pergi,
kyung doo memanggil yun jung “sebenarnya aku ingin tae man hyungnim juga
mengatakannya. Kau orang yang sangat baik dan juga taat. Dia bilang tidak ada
yang lebih baik darimu. Aku juga sebenarnya ingin mengatakan beberapa kata
pujian” kata kyung doo. Yun jung terlihat kecewa “oh begitu kah”. “hati-hati
dijalan” kata kyung doo lalu pergi meninggalkan yun jung terlebih dahulu.
Dikamar, kyung doo teringat kata-kata tae man hyungnim bahwa ia bertemu yun hui. Ia langsung menciumi anaknya “apakah hari ini menarik anakku? Besok pasti lebih menarik.”
Keesokan harinya ha
deum berlari dipasar dengan mengenakan hanbok. Ia pergi ke toko pakaian ajumma
yang tidak lain ibunya yun jung untuk berterimakasih. Yun jung langsung memeluk
ha deum “kau sangat cantik ha deum, aku tidak pernah melihat anak secantik
dirimu” kata yun jung tersenyum setelah itu mencium ha deum berkali-kali.
ajumma yang sedari tadi melihat kebahagian puterinya berkata “menyukai anak ini
sampai segitunya”. “eomma” kata yun jung. “aku pergi dulu, aku mau ketaman
bermain dan bertanya pada teman-temanku apakah mereka pernah memakai pakaian
sebagus ini”kata ha deum pamit.
Yun jung mengantarkan
ha deum sampai ke depan toko. “lihatlah caranya berlari, pelan-pelan nanti kau
bisa jatuh” kata yun jung. Ajumma hanya bisa menatap anaknya yang penuh
perhatian pada ha deum.
Ditokonya, kyung doo menelpon jung tae “halo, hyungnim, apa kau sudah sadar? Dimana kau melihat ibunya ha deum?” Tanya kyung doo.
Ha deum menunjukkan
hanboknya pada teman-temannya “ketika kau berputar, maka kau akan terlihat
sangat cantik” kata ha deum. “eonni berputarlah”minta salah satu teman ha deum.
Ha deum pun berputar dan di depannya ada salah satu temannya sedang bermain
ayunan. Ha deum hampir terkena kaki temannya yang bermain ayunan tetapi ada
seseorang yang mendorong ha deum agar ia terhindar dari tendangan kaki
temannya. Ha deum hanya bisa melihat kaki orang tersebut, karena ia terjatuh
dan ia berusaha mencari orang yang menolongnya tetapi tidak ada.
“ketika
aku dibalai kota Pyeong Taek setelah bertemu keponakanku, aku bertemu wanita
yang mirip dengan istrimu”suara tae man. Kyung doo sekarang
berada di depan balai kota yang disebutkan tae man. Ia mencari seseorang yang
mirip dengan istrinya. Tidak lama ia melihat seorang wanita yang mirip
istrinya, ia pun mengejarnya dan ternyata bukan istrinya.
Di mobil, yi hyun yang sekarang berambut pendek menerima telepon dari bibi untuk mengantarkan kakak iparnya (sun yeong) ke gereja besok. “aku mendapatkan setan sebagai menantuku” gerutu bibi ditelpon, padahal sun yeong berdiri dibelakangnya dan mendengar ucapan bibi. “bibi aku sangat sibuk sekarang dan aku haru mengurus area konstruksi. Jadi besok aku tidak bisa ke gereja tapi nanti sore aku akan berdoa pada tuhan bersama dengan eonni”.
Sore harinya, bibi
mengecek keduanya ditempat peribadatan dirumah, mereka terlihat sedang berdoa.
Tetapi tanpa diketahui bibi, yi hyun dan sun yeong tidak sedang berdoa
melainkan curhat “aku juga tidak suka pergi ke gereja, tuhan pasti tidak
menyukai orang sepertiku. Tapi bibi lebih menakutkan daripada tuhan” kata yi
hyun (kayaknya yi hyun ini atheis deh..). “aku ingin mati” kata sun yeong.
“percaya padaku, aku akan datang dan menyelamatkanmu. Aku akan menjadi tuhanmu.
sun yeong ah, kau juga lulus dari Harvard. Kau bertalenta, kau lebih pintar
dari kebanyakan orang. Seharusnya kau tidak hidup seperti ini”. “sekarang
tidak. Pengemis. Aku hanya pengemis”kata sun yeong tegang. “dari mana kau dapat
pengemis cantik” kata yi hyun mencoba bercanda.
“ayah mertuaku memiliki bisnis billiard di
seoul. Dia berpikir untuk pensiun tetapi sayangnya ramai terus. Kau pernah ke
sanakan? Kau lihatkan?”kata jung tae. “apanya yang ramai, kalau segitu ramai
toko bakpauku penuh dengan lautan orang”sergah kyung doo. “setidaknya ada 40-50
grup, beroperasi dari tengah hari sampai malam di akhir pekan. Angka penjualannya
bisa mencapai lebih dari 700” kata jung tae. Kyung doo awalnya tidak percaya,
tetapi setelah dipikir-pikir dia pun percaya. Jung tae yang mengetahui sifat
dan gerak gerik kyung doo, yang awalnya seperti memelas sekarang jual mahal.
Ia pun meminta pemilik toko untuk menyalakan TV
“TV nya sudah lama rusak” kata pemilik toko. Akhirnya kyung doo menyalakan TV
sambil memukul-mukul TV mencoba membenarkan dan akhirnya bisa.
Tidak lama kemudian
terdengar suara jung tae sedang menelpon kakak iparnya yang sedang menunggu
jung tae datang karena ia akan membayar uang pembelian billiard pada jung tae.
Kyung doo yang mendengar hal itu langsung kalang kabut. Tetapi tidak lama
setelah itu ia mendengar suara yi hyun “jika kehidupan tidak berjalan kondusif,
kehidupan bermasyarakat juga tidak akan berfungsi dengan baik. Ini sebenarnya
tujuan dari pemukiman multi-kultur Pyeong Taek..” rupanya suara dari televisi,
ia pun mengamati wajah seseorang yang berbicara itu, tiba-tiba layar TV
langsung gelap (TV nya rusak lagi) kyung tae memukul-mukul TV itu tetapi tetap
saja tidak bisa kembali seperti semula, malah TV nya tambah rusak.
Rupanya jung tae hanya
berpura-pura menelpon dan menunggu kyung doo mendatanginya. Kyung doo keluar
tetapi tidak mendatangi jung tae. Jung tae bingung dengan kelakuan kyung doo
yang tiba-tiba tak acuh padanya.
Kyung doo pergi ke
warnet untuk melihat pemberitaan yang tadi ia lihat di TV.
Ditempat konstruksi, yi
hyun menerima telpon yang menyuruhnya untuk segera kembali ke seoul. Ketika yi
hyun sedang menerima telpon, kyung doo turun dari taksi, mereka berdiri tidak
terlalu jauh. Setelah itu kyung doo pergi ke pos konstruksi, sedangkan yi hyun
pergi ke tim nya untuk pamit. Yi hyun menaiki taksi yang tadi dinaiki kyung doo.
Ditaksi, terdengar
handphone bordering “apa kau tidak menjawabnya?” Tanya yi hyun pada supir
taksi. “tidak, aku kira itu milikmu. Itu bukan ringtoneku” kata supir taksi. Yi
hyun pun langsung mencari asal suara dan ia menemukan handphone yang berada
dibawah jok. Yi hyun memberikan handphone tersebut pada pak supir. “itu bukan
milikku, mungkin itu milik penumpang tadi. Bisakah kau jawab panggilannya?”kata
pak supir.
Dengan berat hati yi
hyun mengangkat panggilan di handphone tersebut. “ayah kau pergi tanpa bilang
mau kemana”. “halo”kata yi hyun. “kau siapa?”. “ini HP ayahku, ajumma kau
siapa? Halo” . “O.. ayahmu kehilangan HP nya. Aku akan kirimkan ke rumahmu.
Bisa kau kirimkan alamatnya? Apa kau tau alamatmu? Um apakah ada orang dewasa
disana?” Tanya yi hyun dan rupanya si penelponnya adalah ha deum. Hae deum menyebutkan
alamat toko bakpau dan nama ayahnya dengan sangat lancar. “kau benar-benar
pintar. Aku mengerti, aku akan mengirimkannya padamu” yi hyun takjub. “ajumma,
siapa namamu?”. “aku hanya seseorang yang menemukan hp. Aku tutup ya”.”aku
sudah mengatakan padamu nama ayahku, kau seharusnya mengatakan namamu juga”.
“nak jangan khawatir, aku akan mengirimkannya kepadamu”. “seseorang hanya ingin
bertukar nama denganmu, kenapa kau seperti itu. Namaku hong hae deum”. “hae
deum, namaku jung yi hyun, oke”. “jung yi hyun ajumma, beritahu aku nomor HP mu
juga. jika HPnya belum sampai aku kan menghubungimu untuk memeriksanya”. “nak,
berapa usiamu?”. “usiaku 7 tahun, menurut kelender biasa usiaku 5 tahun.
Ajumma, berapa usiamu?”.
“oke, baiklah aku akan
memberikan nomorku. Kau bisa menuliskannya?” kata yi hyun nyerah daripada hae
deum bertanya terus-menerus. “katakana saja. Aku tidak perlu menulisnya”. Yi
hyun langsung menyebutkan nomor HP nya dan berakhirlah pembicaraan mereka.
HP yi hyun berdering,
ia pun menjawab panggilan di HPnya. “halo, aku hae deum. Tolong segera kirimkan
kemari. Aku tutup ya”kata ha deum (rupanya tadi pembicaraannya belum berakhir).
Yi hyun hanya bisa tersenyum dengan kelakuan hae deum.
Kyung doo menghubungi pekerjanya melalui telepon
umum, kyung doo meminta tolong kepada pekerjanya, jae suk untuk menjaga hae
deum dan jangan lupa memberikannya makan siang. Dan mengingatkan pekerjaannya
agar tidak bingung menghubunginya karena HPnya hilang dan kyung doo akan
kembali ke toko nanti sore. Setelah menutup telepon dan menaiki bus, ia
teringat perkataan seseorang “anda
mencari seseorang yang bernama jung yun hui? Seseorang yang anda lihat di
televisi itu bukan jung yun hui melainkan jung yi hyun”
Yi hyun sampai dirumah
dan disambut oleh sun yeong “apa yang terjadi? Bukankah kau akan kembali besok?”.
“aku juga tidak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba paman mengubah instruksi,
padahal paman selalu mengatakan aku tidak kompeten. Berarti paman sekarang
sudah mengakui kemampuanku. Pergilah ke kamarku nanti malam, aku akan
menceritakan detailnya” bangga yi hyun. Sun yeong hanya mendengarkan dan
menatap kepergian yi hyun yang sepertinya sedang terburu-buru.
Dikamar mandi, ia mengingat pembicaraan melalui
telepon ketika dikonstruksi “nona jung, mala
mini kau akan bertanggung jawab pada makan malam penggalangan amal”. “bukankah
itu tanggung jawab manager jang?”Tanya yi hyun. “dikarenakan lain hal, manager
jang dipindahkan ke departemen lain, jadi kau yang bertanggung jawab”. “apakah
ini perintah dari manager jang?”. “bukan, direktur yang memintanya”. Ia tersenyum
bangga karena pamannya mulai mempercayai kemampuannya. Yi hyun mempersiapkan
dirinya secantik mungkin.
Sedangkan kyung doo sedang berada didepan kantor seseorang. diloby, ia mengatakan ingin bertemu dengan nona jun yi hyun kepada resepsionis. “apakah anda sudah membuat janji?” Tanya resepsionis. “tidak, saya belum membuat janji dengannya. Tidak ada janji” kata kyung doo. Resepsionis pun melihat agenda yi hyun dan mengatakan “orang yang anda cari tidak ada dikantor sekarang”. “kapan dia ada?”. “maaf saya kurang tau, bisakah anda meninggalkan nomor HP anda? Nanti akan saya sampaikan”. Tetapi kyung doo teringat ia kehilangan HP nya dan ia memutuskan untuk menunggu yi hyun datang. Resepsionis langsung melirik pak satpam yang sedari tadi berdiri disamping kyung doo. isyarat untuk membawa kyung doo keluar dari kantor.
Yi hyun sampai ditempat
pertemuan, seseorang yang mendampinginya mengatakan “pihak Korean soft akan
terlambat tetapi yang lainnya sudah menunggu disini” kata orang tersebut sambil
membuka pintu ruang pertemuan. Yi hyun sedikit tegang, ia menghela nafas
panjang sebelum memperkenalkan diri. Sedangkan kyung doo masih menunggu yi hyun
di depan kantor.
Yi hyun masih
memberikan sambutannya karena acara ini adalah acara yang dibuat oleh YEGA Grup
jadi hanya dia yang memberikan sambutan kepada para hadirin. Seseorang membuka
pintu dan mengatakan “wakil dari Korean soft sudah datang”. Yi hyun
mempersiapkan dirinya (sepertinya wakil Korean soft ini orang yang sangat
penting atau berpengaruh), tetapi setelah ia mengamati wakil Korean soft
tersebut, wajahnya langsung berseri. Park Soo Chang.
Karena sudah terlalu
malam dan kedinginang, kyung doo masuk kedalam kantor dan menitipkan nomor telepon
tokonya pada resepsionis.
Sedangkan yi hyun
senang bisa reunion dengan Soo Chang.
Yun jung menemani hae
deum tidur bagaikan anaknya sendiri. setelah kyung doo pulang, yun jung pamit
pulang dan kyung doo mengantarkannya sampai depan pintu.
Kyung doo memandangi
anaknya “kelihatannya sama tapi tidak sama. Jung yun hui, jung yi hyun. Dia sudah
meninggal, jika dia belum meninggal kenapa aku tidak bisa menemukannya. Aku sudah
mencarinya kemana-mana. Negara ini begitu kecil, mana mungkin aku tidak
menemukannya. Tapi bagaimana jika dia masih hidup? Tubuhnya tidak ditemukan. Ada
kemungkinan dia masih hidup” katanya bingung
Kyung doo meletakkan
telunjuknya ke tangan hae deum, seperti yang ia lakukan ketika hae deum dirumah
sakit. Hae deum langsung menggenggam erat telunjuk ayahnya. “hari ini ayahmu
sangat sibuk. Besok kita akan bersenang-senang seharian nak”
Bagi harinya, sun yeong
membawakan pakaian untuk suaminya. Tetapi suaminya hanya melewatinya dan
mengambil pakaian yang lain.
Ketika melepas suami dan ayah mertuanya pergi kerja, sun yeong meminta waktu yi hyun untuk berbicara dengannya.
Tetapi bibi berkata “ikutlah denganku ke geraja, kau telah menolak 3
kali. apakah kau ingin menolak ke empat kalinya?”. Yi hyun langsung mengejar
bibi “hari ini aku dan eonni akan pergi ke spa dan siang harinya kita akan
pergi ke pertemuan alumni luar negeri”. Tetapi bibi tetap tidak megizinkan.
Sun yeong sedang
bersiap untuk pergi ke gereja dan yi hyun datang ke kamarnya bahwa bibi
mengizinkannya. “acara reunion itu bohong. Mari kita keluar. Kemarin aku ketemu
soo chang. Mari kita mengobrol bertiga. Kau pergilah bertemu denganya dahulu. Aku
harus kekantor karena ada yang mau ku urus” kata yi hyun. Sun yeong terlihat
gelisah ketika nama soo chang disebut.
Bibi menggerutu
diruangannya “orang sialan munafik, tetap saja dia memanggilku bibi. Dasar tidak
berpendidikan”
Kyung doo menunggu
telepon masuk di tokonya. Sedangkan yi hyun sedang bersiap-siap, ia melihat HP
kyung doo “ah, aku lupa” kata yi hyun. Tidak lama kemudian tiba kiriman HP ke
toko kyung doo. Kyung doo melihat amplopnya yang bertuliskan YEGA Grup.
Tidak lama kemudian hae
deum datang “ayah. Dia suadah mengirimkan HP kemari, ajumma itu menepati janji”.
“apa kau tau siapa pengirimnya?” Tanya kyung doo. “jung yi hyun”. “kau tau
namanya?”. “tentu saja, aku juga tau nomor HP nya. Aku akan menelponnya dan
memberitahu bahwa aku sudah menerimanya”kata hae deum mengambil gagang telepon.
Dimobil yi hyun
menerima telepon dari hae deum “aku sudah menerimanya”. “maaf aku tidak langsung
mengirimnya. Aku hampir saja melupakannya. Begitu aku ingat aku langsung
mengirimkannya dengan paket kilat cepat. Seharusnya sudah sampai padamu kurang dari
2 jam”kata yi hyun bahagia. “halo”kata kyung doo. “ayah, apa yang kau lakukan. Aku
masih ingin mengatakan sesuatu” kata hae deum. Mereka pun berebutan telepon. Yun
hui bingung dan hampir tertabrak.
Yun hui keluar dari
mobilnya ketika kyung doo berbicara padanya “yun hui. Apa kau yun hui? Halo”
kata kyung doo berteriak.
KOMENTAR:
akhirnya selesai juga membuat sinopsis ep 3 ini. Oiya, untuk episode selanjutnya sepertinya aku akan membuat recapnya saja soalnya para tokohnya sudah keluar semua, jadinya gampang bikin recapnya. hehehe..
tapi tenang aja readers, gambarnya tetap diperbanyak kok... ^_^



































































































































































































































































Apakah anda perlu mendesak pinjaman atau bantuan keuangan? Kami metode menawarkan anda kesempatan untuk menunjukkan jumlah pinjaman yang sangat penting dan
BalasHapusjuga yang kuat yang bisa kau mampu mewah lengkap pembayaran dari pinjaman dengan
bunga tingkat 2%. Ini memberi kalian kesempatan untuk mencapai itu dana itu
perlu. Untuk informasi lebih lanjut dan aplikasi persyaratan, silahkan hubungi kami dengan email frankleoprivatefirm@gmail.com
FORMULIR APLIKASI *
Penuh nama:
Jumlah yang dibutuhkan:
Durasi pinjaman:
Pekerjaan:
Penghasilan bulanan:
Usia:
Alamat / negara:
Kontak telepon.
Terbaik regards
Aku Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman dapat diandalkan yang SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya Rp900,000,000 dari SANDRAOVIALOANFIRM sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui SANDRAOVIALOANFIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak SANDRAOVIALOANFIRM. menghubungi mereka melalui email:. (Sandraovialoanfirm@gmail.com)
BalasHapusAnda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (widyaokta750@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.